Lewati ke konten

Tips memilih sofa: 7 hal yang sering terlewat sebelum kamu bayar

· Riza Alfain

Sofa L beludru hijau di ruang keluarga yang terang dengan meja kopi dan karpet

Banyak orang membeli sofa dengan cara yang sama: lihat foto, suka warnanya, cek harga, lalu beli. Tiga bulan kemudian, busanya mulai kempis atau ukuran sofanya ternyata terlalu besar sampai membuat jalan ke dapur terasa sempit.

Padahal, sofa termasuk perabot yang paling sering digunakan di rumah dan biasanya dipakai dalam waktu lama. Karena itu, memilih sofa sebaiknya tidak hanya soal model dan harga. Ada beberapa hal penting yang perlu diperiksa sebelum membawanya pulang.

Berikut 7 hal yang sering terlewat saat memilih sofa.

1. Ukur ruangan dulu, baru pilih model

Ini salah satu kesalahan yang paling sering terjadi. Sebelum melihat model sofa, ukur terlebih dahulu panjang dan lebar area yang akan digunakan.

Sisakan juga ruang untuk jalur jalan agar tetap nyaman, idealnya sekitar 60–90 cm. Jangan lupa mengukur pintu, lorong, hingga akses masuk rumah yang akan dilewati saat sofa diantar.

Sofa yang terlihat cantik di showroom tentu tidak akan membantu kalau ternyata sulit masuk ke dalam rumah.

Untuk ruang tamu berukuran kecil, sofa 2 dudukan atau sofa dengan kaki ramping biasanya lebih cocok karena membuat lebih banyak bagian lantai terlihat sehingga ruangan terasa lebih lega. Sementara itu, sofa L lebih ideal untuk ruangan yang memang memiliki area cukup luas.

2. Tanyakan kualitas rangkanya

Bagian terpenting dari sofa justru sering tidak terlihat.

Rangka yang kokoh dan menggunakan material berkualitas akan lebih mampu menahan penggunaan sehari-hari dalam jangka panjang. Saat berada di showroom, coba goyangkan sofa sedikit dan duduk di bagian ujungnya.

Perhatikan apakah sofa terasa kokoh atau justru mudah bergeser dan mengeluarkan bunyi. Jangan ragu untuk bertanya kepada penjual mengenai material dan konstruksi rangkanya.

3. Busa empuk belum tentu nyaman

Sofa yang terasa sangat empuk saat pertama kali diduduki belum tentu menjadi pilihan terbaik untuk penggunaan jangka panjang.

Tangan menekan dudukan sofa beludru hijau untuk mengecek kepadatan busa
Tekan dudukan lalu lepaskan: busa yang baik kembali ke bentuk semula dengan cepat.

Yang perlu diperhatikan bukan hanya tingkat empuknya, tetapi juga bagaimana busa merespons tekanan dan kembali ke bentuk semula.

Coba duduk selama beberapa menit, lalu bersandar seperti ketika kamu benar-benar menggunakan sofa di rumah. Dengan begitu, kamu bisa mengetahui apakah posisi duduk dan sandarannya memang nyaman untuk digunakan dalam waktu lama.

4. Sesuaikan bahan dengan gaya hidup

Jangan memilih bahan sofa hanya karena terlihat bagus di foto. Pertimbangkan juga siapa saja yang tinggal dan beraktivitas di rumah.

  • Punya anak kecil: pilih bahan yang mudah dibersihkan dan tidak terlalu sensitif terhadap noda.
  • Punya kucing: hindari kain dengan tenunan longgar yang lebih mudah tersangkut kuku. Kamu bisa membaca pembahasan lengkapnya di artikel tentang noda dan cakaran kucing pada sofa.
  • Sering menerima tamu: pilih bahan yang tetap terlihat rapi meski sering digunakan.
  • Tinggal di area dengan cuaca lembap: pertimbangkan material yang memiliki sirkulasi udara baik agar sofa tidak terasa pengap.

Intinya, pilih bahan yang sesuai dengan kebiasaan sehari-hari, bukan sekadar mengikuti tren.

5. Pilih warna yang tidak cepat membosankan

Warna sofa akan menjadi bagian besar dari tampilan ruangan. Karena itu, pertimbangkan apakah warnanya masih akan cocok jika suatu saat kamu mengganti warna dinding atau mengubah tata ruang.

Warna seperti abu-abu, krem, atau cokelat cenderung lebih fleksibel dan mudah dipadukan dengan berbagai gaya interior.

Kalau ingin menambahkan warna yang lebih berani, kamu bisa menggunakannya pada bantal sofa, karpet, atau aksesori ruangan. Elemen-elemen tersebut lebih mudah diganti ketika ingin mengubah suasana rumah.

6. Cek dudukan, kedalaman, dan tinggi sandaran

Kenyamanan sofa sangat dipengaruhi oleh proporsinya terhadap tubuh penggunanya.

Sofa yang terlalu dalam bisa membuat posisi duduk kurang nyaman, sementara dudukan yang terlalu dangkal mungkin terasa kurang leluasa ketika digunakan untuk bersantai.

Kalau memungkinkan, coba duduk dan bersandar secara langsung sebelum membeli. Perhatikan posisi kaki, punggung, serta tinggi sandaran.

Untuk keluarga dengan anggota yang lebih tua, dudukan yang tidak terlalu rendah juga bisa menjadi pertimbangan agar lebih mudah saat duduk maupun berdiri.

7. Jangan hanya lihat harga, cek garansi dan layanan

Harga memang penting, tetapi jangan berhenti di angka yang tertera di label.

Tanyakan apakah ada garansi untuk rangka atau busa, bagaimana layanan jika terjadi kerusakan, dan apakah kain sofa bisa diganti di kemudian hari.

Sofa dengan harga sedikit lebih tinggi tetapi memiliki konstruksi yang baik, garansi jelas, dan bisa diperbaiki atau di-reupholstery dapat menjadi pilihan yang lebih masuk akal untuk penggunaan jangka panjang.

Kalau masih bingung, coba langsung

Foto dan video bisa membantu melihat model dan warna, tetapi tidak bisa sepenuhnya menggambarkan rasa duduk sebuah sofa.

Kalau kamu berada di sekitar Ponorogo, Madiun, atau Trenggalek, datang langsung ke showroom bisa menjadi pilihan yang lebih aman. Kamu bisa mencoba duduk, mengecek ukuran, melihat material, sekaligus berkonsultasi mengenai sofa yang sesuai dengan ruangan di rumah.

Untuk konsultasi ukuran atau model sofa, kamu bisa menghubungi Emerald Sofa melalui WhatsApp 0858-1111-1702. Jam operasional: setiap hari, 08.00–21.00.

Produk di artikel ini

Bingung pilih ukuran?

Kirim foto dan ukuran ruanganmu, tim kami bantu pilihkan sofa yang pas.

Artikel lain