Tungau, noda, dan cakaran kucing: musuh utama sofa dan cara menghadapinya
· Riza Alfain

Sofa adalah tempat untuk duduk, rebahan, menikmati camilan, bahkan sesekali tidur siang. Karena sering digunakan, wajar kalau sofa lama-kelamaan menghadapi berbagai masalah.
Tiga di antaranya yang paling sering ditemui adalah tungau, noda, dan cakaran kucing. Kabar baiknya, ketiganya bisa dicegah atau dikurangi dengan perawatan sederhana yang dilakukan secara rutin.
1. Tungau: kecil, tidak terlihat, tapi bisa mengganggu
Tungau debu adalah organisme mikroskopis yang dapat ditemukan di berbagai tempat berdebu, termasuk sofa, kasur, dan karpet. Mereka berkembang lebih mudah di lingkungan yang hangat dan lembap.
Bagi sebagian orang, keberadaan tungau dan kotoran tungau dapat memicu reaksi alergi seperti bersin, hidung tersumbat, atau mata terasa gatal.
Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga sofa tetap bersih:
- Vakum sofa secara rutin, sekitar seminggu sekali, terutama pada sela-sela dudukan dan sandaran.
- Cuci sarung bantal atau cover yang bisa dilepas secara berkala sesuai petunjuk perawatannya.
- Keringkan bantal sofa secara berkala di tempat yang terkena sinar matahari dan memiliki sirkulasi udara baik.
- Jaga sirkulasi udara di ruangan agar tidak terlalu lembap dan pengap.
- Kurangi kebiasaan makan di sofa untuk mencegah remah dan sisa makanan menumpuk.
Jika ada anggota keluarga yang memiliki alergi atau asma dan keluhannya sering muncul, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Menjaga kebersihan sofa dapat membantu mengurangi paparan pemicu, tetapi bukan pengganti penanganan medis.
2. Noda: semakin cepat dibersihkan, semakin mudah ditangani
Kopi tumpah, makanan jatuh, atau minuman yang mengenai sofa bisa terjadi kapan saja. Kuncinya adalah segera membersihkan noda sebelum semakin meresap ke dalam kain.
Satu hal yang perlu dihindari adalah menggosok noda terlalu keras. Bukannya hilang, noda justru bisa semakin menyebar atau masuk lebih dalam ke serat kain.
Berikut langkah yang lebih aman:
- Serap noda terlebih dahulu menggunakan kain bersih atau tisu. Hindari menggosoknya.
- Periksa label perawatan sofa. Kode W umumnya berarti dapat dibersihkan menggunakan pembersih berbasis air, S menggunakan pelarut khusus tanpa air, WS dapat menggunakan keduanya, sedangkan X biasanya hanya boleh divakum atau disikat.
- Tes cairan pembersih di area tersembunyi sebelum menggunakannya pada bagian sofa yang terlihat.
- Bersihkan secara perlahan, mulai dari bagian luar noda menuju ke bagian tengah agar noda tidak semakin melebar.
- Pastikan sofa benar-benar kering setelah dibersihkan untuk mencegah munculnya bau lembap atau apek.
Untuk noda yang sudah lama atau sulit dibersihkan, seperti tinta, minyak, atau kopi yang sudah mengering, menggunakan jasa pembersihan sofa profesional bisa menjadi pilihan yang lebih aman daripada mencoba berbagai cairan pembersih sendiri.
3. Cakaran kucing: alihkan, bukan sekadar melarang
Kucing mencakar bukan semata-mata karena nakal. Mencakar merupakan perilaku alami yang membantu kucing meregangkan tubuh, merawat kukunya, dan menandai area tertentu.
Karena itu, sekadar melarang kucing mencakar sofa biasanya tidak cukup. Cara yang lebih efektif adalah menyediakan alternatif yang menarik.
Beberapa hal yang bisa dicoba:
- Letakkan scratching post di dekat sofa, terutama di area yang sering menjadi tempat kucing mencakar.
- Gunakan penghalang sementara pada bagian sofa yang sering dicakar. Misalnya, pelindung khusus atau material dengan tekstur yang tidak disukai kucing.
- Rawat kuku kucing secara rutin untuk membantu mengurangi risiko kerusakan akibat cakaran.
- Berikan apresiasi saat kucing menggunakan scratching post, misalnya dengan pujian atau camilan.
Bagaimana dengan bahan sofa?
Jenis material juga berpengaruh terhadap risiko kerusakan.
Kain dengan tenunan longgar atau permukaan yang mudah tersangkut biasanya lebih rentan terkena cakaran. Material dengan tenunan yang lebih rapat cenderung lebih sulit tersangkut kuku.
Sementara itu, material kulit atau kulit sintetis tidak mudah tersangkut kuku, tetapi goresan pada permukaannya bisa terlihat cukup jelas.
Kalau di rumah ada kucing, pertimbangkan karakter material ini sejak awal. Kamu juga bisa membaca panduan lengkapnya di artikel tips memilih sofa.
Kebiasaan kecil yang membantu sofa lebih awet
Merawat sofa sebenarnya tidak harus rumit. Vakum secara rutin, segera bersihkan tumpahan, jaga sirkulasi udara, dan sediakan tempat khusus untuk kucing mencakar sudah menjadi langkah sederhana yang cukup berarti.
Dengan perawatan yang konsisten, sofa tidak hanya terlihat lebih bersih, tetapi juga bisa tetap nyaman digunakan dalam waktu yang lebih lama.
Butuh saran memilih bahan sofa yang lebih sesuai untuk rumah dengan anak atau hewan peliharaan? Hubungi tim Emerald Sofa melalui WhatsApp 0858-1111-1702. Buka setiap hari, 08.00–21.00.




